Tingkatkan Kompetensi Guru, MA YAPIKA Kurnia Gelar Seminar Inovasi Pembelajaran Digital Berbasis AI, IFP, dan Kurikulum Berbasis Cinta

Cecep Hilmi Nurdin

8/15/20263 min read

Dua Sesi Materi yang Padat & Menginspirasi

Seminar intensif ini menghadirkan dua sesi materi utama yang saling melengkapi antara kecakapan digital (hard skill) dan pendekatan pedagogis yang mendalam (soft skill):

1. Sesi 1: AI & IFP Integration (Inovasi Mengajar dan Penyusunan Perangkat Ajar Interaktif)

Dipaparkan langsung oleh Cecep Hilmi Nurdin, ST., M.Pd., sesi ini berfokus pada bimbingan teknis optimalisasi perangkat Interactive Flat Panel (IFP) layar 75 inci dual-system (Android & PC). Para guru dikenalkan dengan fitur whiteboard interaktif, integrasi materi multimedia, hingga praktik pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mempercepat pembuatan perangkat ajar, rubrik penilaian, dan media pembelajaran kreatif.

GARUT, mayapikakurnia.sch.id — Dalam rangka menyongsong era transformasi digital pendidikan serta memperkuat pendekatan humanis di ruang kelas, MA YAPIKA Kurnia menyelenggarakan kegiatan Seminar Peningkatan Kompetensi Guru bertajuk "Inovasi Pembelajaran di Era Digital: Mengintegrasikan Teknologi AI, Layar Interaktif (IFP), dan Kurikulum Berbasis Cinta".

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026 ini bertempat di Aula MA YAPIKA Kurnia dan dihadiri oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, serta jajaran pengurus Yayasan YAPIKA Kersamanah - Garut.

Dukungan Penuh Yayasan: Membangun Madrasah Unggul dan Berkarakter

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua Yayasan YAPIKA Kersamanah - Garut, H. Aang Athorida, S.Pd., M.M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen yayasan untuk terus memfasilitasi peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, sekaligus mendukung penuh pengembangan SDM para pendidik.

"Perubahan zaman menuntut madrasah untuk selalu adaptif. Yayasan YAPIKA berkomitmen menghadirkan fasilitas terbaik, salah satunya pengadaan teknologi pendukung pembelajaran digital. Namun, secanggih apa pun fasilitas yang kita miliki, ruh pendidikan tetap ada pada keikhlasan dan keteladanan guru. Melalui seminar ini, kami berharap lahir ekosistem belajar yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga berlandaskan akhlakul karimah dan kasih sayang," tutur H. Aang Athorida, S.Pd., M.M.Pd.

Sambutan Kepala Madrasah: Menjawab Tantangan Zaman dengan Teknologi dan Hati

Selaras dengan hal tersebut, Kepala MA YAPIKA Kurnia, Cecep Hilmi Nurdin, ST., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan urgensi kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi modern tanpa menghilangkan esensi empati kepada peserta didik.

"Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) 75 inci dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) di madrasah kita bukanlah untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi akselerator agar pembelajaran semakin interaktif, efisien, dan menyenangkan. Guru hari ini harus mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan kehangatan 'Kurikulum Berbasis Cinta', sehingga murid-murid kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga merasa dihargai dan dirangkul dalam setiap proses belajar," ungkap Cecep Hilmi Nurdin, ST., M.Pd.

Antusiasme Tinggi dan Langkah Maju Madrasah Digital

Seluruh peserta seminar tampak antusias mengikuti pemaparan, tanya jawab, hingga simulasi penggunaan IFP yang disajikan oleh para narasumber. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata.

Melalui seminar ini, MA YAPIKA Kurnia kembali menegaskan langkah nyatanya sebagai madrasah pelopor pembelajaran digital di Kabupaten Garut yang berdaya saing global, visioner, dan tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai keislaman serta keteladanan budi pekerti.

2. Sesi 2: Kurikulum Berbasis Cinta (Mewujudkan Pembelajaran Mendalam / Deep Learning yang Humanis)

Materi kedua dibawakan oleh Pengawas Bina, H. Dadan Sudrajat, S.Pd., M.M. Beliau menekankan pentingnya pendekatan afektif dalam mengajar. Melalui konsep Kurikulum Berbasis Cinta, guru diajak membangun relasi yang hangat, memahami psikologi siswa, serta merancang pengalaman belajar bermakna (deep learning) yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mandiri tanpa merasa tertekan.Masukkan teks di sini...

VIDIO SESI 1
VIDIO SESI 2